Assalamualaikum readers, apakabar pagi ini?
Alhamdulilah ya kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar pagi ini , jangan lupa untuk selalu bersyukur atas nikmat tuhan yang telah diberikan kepada kita.
Oke Readers, hari ini aku mau berbagi CERPEN yang waktu itu sempat aku kirim dalam event lomba cerpen tingkat SMA sederajat di ALBACADABRA 2017 judulnya si "SI CEROBOH HEBOH" Itu judul super keren yang dikasih sama guru master seni budaya di sekolahku , judulnya udah keren tapi sayang nggak masuk nominasi juara wkwk gpp lah yang penting barokah bisa belajar bikin walaupun banyak salahnya .
Okedeh ya ini dia cerpen karya AnisyaPotter dengan judul "SI CEROBOH HEBOH" Selamat membaca ... :)
“SI CEROBOH ,
HEBOH”
Namaku Ahna Nafizah Hazani Malik, cukup panjang bukan namaku
? Ya , begitulah semakin panjang namaku maka semakin banyak pula
Kecerobohan-kecerobohan yang sering kubuat sehingga teman-teman disekolahku lebih
senang menjuluki ku dengan sebutan nama Si Ucuk. Entahlah akupun masih
mempertanyakan arti dari julukan “UCUK” itu dan aku tidak bisa marah ketika
mereka memanggilku dengan panggilan sayangnya itu, sebab memang benar
realitanya aku adalah siswi paling ceroboh dan aku sadar bahwa itu adalah
salahsatu kekurangan dalam hidupku.
Tapi meskipun
begitu tidak selamanya aku selalu ceroboh dalam mengerjakan segala hal, akhir-
akhir ini ketua osis disekolahku selalu bersikap sinis padaku Namanya Ahsan
Nurul Fazri entahlah mungkin ia masih menyimpan dendam 3 Minggu yang lalu saat
Bendera upacara yang aku bawa aku kerumah untuk dicuci ketinggalan ketika
upacara akan berlangsung . Apa yang terjadi , kalian tahu?? dia marah besar ..
untung saja aku tidak digantung di tiang bendera sebagai pengganti bendera itu
Hmm
“Weyy Ucuk!! dipanggil Pembina osis tuh ke ruang guru...”
Teriak Siswi berkecamata sambil menatap tajam mataku.
“Em, ya aku kesana” Jawabku sambil mengangkat alis sebelah
kiri ku.
Namanya Nazmi siswi paling Pinter dikelas ku , dia dikenal
dengan keramahan dan murah senyumnya tapi bagiku semua itu bohong , nyatanya ia
tidak pernah tersenyum padaku duduk berdekatan dan satu kelompok denganku saja
sudah tidak mau dan minta agar aku dipindahkan ke kelompok lain, jahat banget
kan ? memang seberapa idiotnya sih aku. Entahlah .. itu hanya berlaku untukku
dan hanya kepadaku saja tidak untuk oranglain.
Mungkin Nazmi juga masih menyimpan dendam padaku sama
seperti ketua osis bernama Ahsan itu. Kesalahanku pada Nazmi yang masih ku
ingat adalah ketika itu saat pertamakali kita menjadi siswa baru aku berkenalan
dengan Nazmi awalnya dia baik tapi setelah aku menjatuhkan Jam tangan
kesayangannya itu sampai pecah dia berubah jadi cewe yang super sinis ke aku ,
Alasannya ia marah sebab Jam tangan itu adalah jam tangan kesayangannya yang
dibawakan pamannya dari PARIS sebagai Hadiah Ulangtahunnya. Waww memang
harganya pasti mahal bukan? Aku sudah meminta maaf dan menawarkannya untuk
dibelikan jam tangan baru olehku tapi ia menolak dan lebih memilih untuk
menjauhiku. Itulah alasannnya mungkin , Iya siihh itu kesalahanku sebab
kecerobohannku yang tidak hati-hati terhadap barang oranglain.
#Setelah aku
sampai diruang guru , aku melihat Pria berkacamata minus itu tengah duduk
sambil mengoperasikan laptopnya Yap! Dia adalah pembina OSIS disekolahku
disampingnya sudah ada Ahsan ketua OSIS so kece itu yang tengah asyik memainkan
KUBIKnya .
“Assalamualaikum, Permisi pak “
“Waalaikumsalam, silahkan masuk Ahna..” Pak Arsyi mempersilahkanku
masuk dengan sangat ramah
“Iya terimakasih pak, kata Nazmi tadi saya dipanggil oleh
bapak apakah benar pak?”
“Iya betul itu , silahkan duduk
dulu ..” tidak ada pilihan lain akhirnya aku duduk disamping Ahsan yang nampak
cuek dengan kehadiranku disana. (“menyapaku saja sudah tidak mau , ketua osis
macam apa kaya gitu?”) gerutuku dalam hati.
“Jadi begini ahna .. saya sengaja memanggilmu kesini untuk
membicarakan sesuatu yang sangat penting . Kamu ketua bidang Kreativitas dan
Kewirausahaan kan?”
“Aiih iya pak benar sekalii”
“Jadi begini ya sebentar lagi kan ada peringatan Hari
Pendidikan Nasional disekolah kita jadi bapak minta kalo kamu dan pengurus
sekbidmu itu bisa, mau dan sanggup maka kalianlah yang akan menjadi Panitia
Intinya termasuk kamu akan menjadi Ketua Panitia .” Aku langsung diam tanpa
kata, So What? Aku? Jadi ketua Panitia? Ketua osis bernama Ahsan itu langsung
menyimpan Rubik mainannya dimeja dengan tekanan keras dan tanpa keikhlasan.
“Maaf pak!! katanya
Arlin yang akan menjadi ketua panitia , tapi ko sekarang jadi ahna sih?”
“Ia pak benar ko jadi saya sih?”
“Arlin itu sudah sering menjadi ketua panitia disetiap event jadi untuk
event kali ini bapak minta orang yang berbeda jangan yang itu-itu aja,,, harus
di upgrade dooongg.” “Emang gak ada orang lagi selain Ahna pak?” Tentang Ahsan
sambil menatap mataku dengan tajam dan penuh kesinisan “Iya benar pak saya belum berpengalaman lho akan hal ini
apalagi ini kan event yang lumayan besar.”
Aku mencoba berpendapat karena jika aku diam saja si pria
berhidung besar itu akan terus mengejekku.
“Ini adalah ajang kamu untuk belajar ahna, percayalah kamu
pasti bisa!!” Pak Arsyi mencoba meyakinkanku. aku langsung berhenti sejenak
memikirkan sesuatu yang tak biasa aku fikirkan sebelumnya . Aku melirik ahsan
ia nampak ketus tak tersenyum sedikitpun mungkin sebab ia sebal karena aku
masih bertahan dan duduk disampingnya . akhirnya akupun memutuskan untuk
berdiri dan mendekati tempat duduk Pak Arsyi
“Aku yakin aku pasti bisa asal ada usaha tapi tidak bisakah
bapak fikirkan lagi lebih baik jangan saya yang menjadi ketupat nya pakk..”
“Betul tuh pak , bapak masih ingat kan beberapa kejadian di
event-event yang lalu saat ia hampir membatalkan dan membuat kekacauan pada
setiap event yang diadakan oleh OSIS kita sebab kecerobohannya itu?”
Aku langsung menarik nafas dalam-dalam dan memutarkan bola
mataku kearah kanan.
“Itu dulu Ahsan..”
“Hah? Dulu ? itu semua terjadi beberapa bulan dan minggu
yang lalu berarti masih baru!”
“Tapi itukan waktu yang lalu ahsaannn”
“Tetap saja penyakitmu itu tidak bisa disembuhkan!”
Tidak ada yang berani menyapih perdebatan antara aku dan
ahsan sekalipun itu pak Arsyi ia hanya bisa tersenyum dan asyik mengoperasikan
laptopnya. Seketika aku melirik sekeliling ruangan mereka yang ada diruangan
nampaknya merasa terusik atas perdebatan aku dan ahsan.
“Siapa bilang tidak bisa disembuhkan? Memang berapa banyak
aku melakukan kesalahan paling hanya 1 atau 2 kali..”
Aku mencoba mempertahankan argumenku .“Hahh ! lucu banget kamu 1 atau 2 kali? Gak nyadar ya?!! 5
kali kamu melakukan kecerobohan selama kamu menjabat sebagai pengurus osis
ditahun ini!” Ahsan dengan nada esmosinya mendekatkan 5 jarinya dekat dengan
wajahku
“Lima??!!!” mataku langsung melotot
“Mungkin kamu gak percaya , Mau aku sebutin?”
“Silahkan supaya jadi bukti bahwa aku melakukan hanya 1 atau 2 kali kesalahan saja!!” Ujarku sambil
menepas 5 jari ahsan yang ada didepan wajahku itu.
“Baiklah, Pertama !! kamu pernah ninggalin bendera yang akan
dipakai untuk upacara hari
Pahlawan Nasional dirumahmu ! dengan alasan kamu lupa
membawanya.”
“Ya Aku ingat itu !! dan itu terjadi 2 bulan yang lalu..udah
lama kan?”
“Euh! Kedua!! kamu hampir membatalkan kegiatan hari kartini
sebab 6 panitia inti kegiatan kamu
ajakin makan bubur dulu di depan rumah sakit padahal waktu lomba 5 menit lagi ,
Konyol banget sih hidup kamu!”
“Hey!! Itu bukan salahku itu semua salah mereka sendiri ...
suruh siapa mau diajakin sama akuu..”
Aku memang melakukan kesalahan itu dan itu juga masuk
kedalam kategori kecerobohannku.
“Oke, ketiga !! Kamu juga pernah mecahin bola yang mau
dipake tanding pas class meeting gara-gara dipompa terlalu lama!”
“Ya ampuuunn itu kan kesalahan yang lampau, dan kamu masih
inget itu semua? Pemerhati banget sih kamu!”
Ujarku sinis.
“Aku? Merhatiin kamu? Sorry gak ada kerjaan apa?!”
“Buktinya .. sampe segitunya kamu ngumpulin kesalahan aku.”
“Itu semua aku ingat karena aku ada ditempat kejadian itu!
Jadi kamu gak usah Geer deh!” “YA. Ada lagi kesalahan aku yang lain?”
“BANYAK!” jawab ahsan dengan nada tegas
“Segitu banyaknya?”
Aku tidak pernah menyangka bahwa onar akibat kecerobohannku
terjadi bahkan lebih dari dua kali.
“Yap! Keempat! Kamu berhasil mem format Flashdisk Gina yang
mana di dalamnya ada soal-soal Lomba Cerdas Cermat untuk perlombaan Isra Mi’raj
waktu itu !”
“Aku ingat itu, tapi kan itu aku lakukan dengan tidak
sengaja..”
“Tetap saja itu semua terjadi sebab kecerobohanmu! Kelima
kamu berhasil lagii bikin baskom ibu kantin hilang pas LDKS kamu pinjem terus
gak dikembaliin dan akhirnya ibu kantin minta ganti baskom baru sama OSIS
sekolah kita!”
“Ya, aku salah. Tapi kan aku
udah minta maaf sama ibu kantin dan sama kalian juga terus kenapa masih
diungkit-ungkit sih sann..” “Mau dengerin lagi cerita onarmu yang keenam??”
“Apa?! Silahkan jika masih ada...” aku mengangkat sedikit
kepalaku dengan penuh rasa arogannya dan penuh emosi berbalut malu pula.
“Sudah-sudah cukup ahsan . Sudah 5 point yang kamu sampaikan
padanya.. sekarang giliran bapak.” Pak Arsyi mencoba menenangkan dan langsung
meminum air putih yang ada di mug berwarna putih bermerk mama papa itu. Memang
sudah tidak aneh jika pak arsyi minum dengan cangkir itu sebab itu adalah
cangkir kesayangannya yang merupakan hadiah dari orang yang menyayanginya.
Disamping itu ahsan
tengah asyik kembali memainkan Rubiknya yang beberapa menit ia tenangkan dulu
diatas meja hanya untuk berdebat denganku, walaupun jarinya asyik dan fokus
menggerak gerakan rubik tapi matanya yang tajam itu malah fokus menatapku
dengan penuh rasa sinis.Tapi aku tidak tinggal diam dan menjawab tatapan
sinisnya dengan ekspresi menyebalkan khas diriku , tahu kan kalo aku sedang
merasa konyol aku akan menarik secara otomatis bibir atasku kearah kiri dan
bibir bawahku aku tarik secara otomatis pula kearah kiri. Ngeri kan?Dengan begitu pria berhidung besar itu akan berhenti menatap
ku dengan penuh rasa kebencian.
“Benar apa yang dikatakan ahsan , ahnaa.. kecerobohan itu
adalah penyakitmu tapi itu semua bisa kamu sembuhkan karena tidak semata-mata
tuhan menurunkan penyakit jika tidak ada obatnya.Dan obatnya akan kamu temukan
oleh dirimu sendirimu pada hatimu.Jadi,kamu jangan merasa sedih untuk mencari
obat dari penyakit mu itu kamu akan segera mendapatkannya kuncinya adalah
KEMAUAN dan KEDISIPLINAN.”
“Kenapa harus kemauan dan kedisiplinan saja pak kenapa anda
tidak memasukan Ketelitian atau Kerjakeras?”
“Pertanyaan bagus Ahna, saya membawa kunci Kemauan dan
Kedisiplinan sebab keduanya sudah mewakili segalanya. Contohnya kamu akan
mendapatkan ketelitian dari kedisiplinan.Dan kerjakeras tanpa kemauan tak akan
menjadi kerja keras sebab kita bekerja keras sebab adanya Kemauan untuk bekerja
lebih keras. Bukankah begitu?”
“Ya pak saya mengerti.”
Ahsan memandang wajah pak arsyi dengan tak biasa“Tapi maaf
pak , bagi saya Orang ceroboh ya tetap ceroboh se disiplin apapun itu.Buktinya
dia sering datang pagi kesekolah tapi setiap dia kesekolah dia pasti akan
melakukan kecerobohan pada setiap jam dihidupnya.” Ahsan ketua osis yang keras
kepala itu masih tetap tidak mau memberikannku kesempatan untuk berfikir dan
memutuskan sesuatu, ia melakukan segala cara untuk meng skak mat harga diriku.
Rasanya sakit dan aku ingin sekali menangis tapi aku tidak melakukan hal itu
disini jika tidak maka hargadiriku akan semakin hancur didepan pembina OSIS
karena si hidung besar itu.
“Terserahlah apapun yang ingin kamu katakan itu ahsan , aku
akan tetap pada pilihannku aku akan memutuskan bahwa aku akan menjadi ketua
panitia pada event kali ini sebagai tantangan dari kamu untuk membuktikan bahwa
akupun mampu menghilangkan kecerobohan pada diriku dan menjalankan suatu event
dengan sangat meriah semeriah mungkin melebihi dari ide-ide konyolmu itu!”
dengan penuh ketegasan dan kekesalan aku ungkapkan argumenku dari hatiku yang
paling dalam tanpa disaring terlebih dahulu.Rasanya ini adalah kali pertamanya
aku bersikap tegas dalam hal melawan ketua osis yang mana dia adalah atasanku
dalam OSIS .“Oke baguslah jika itu keputusanmu aku tunggu hasil dari
tantanganku itu , Ingat! Berani berbuat berani bertanggung jawab! CAMKAN.”
“Baik!”
“Sudaahhh jangan berdebat lagi , bapak jadi susah berfikir
untuk menulis status panjang bapak di facebook karena kalian berisik terus..”
Memang aku sadar bahwa apa yang aku lakukan dengan ahsan itu sudah sangat
mengusik pak arsyi yang sedang fokus membuat status dakwah untuk diposting di
akun medsos Facebooknya, wajarlah beliau adalah guru mapel PAI jurusan tarbiyah
dan lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri pula jadi sudah layak dan
sewajarnya ia memposting tulisan-tulisan berbau islami pada akun medsosnya.
“Maaf pak, ahsan Cuma mau ngasih dia peringatan supaya dia
faham bahwa dia harus berani bertanggung jawab dalam keputusan yang diambil olehnya,
bukankah begitu pak?” “Yasudahlah, mulai sekarang kita sepakat bahwa ahna lah
yang akan menjadi ketua panitia pada event Peringatan HARDIKNAS , nanti kita
akan bahas lagi teknis-teknis kegiatannya pada rapat besok, sesuai dengan
jadwal rapat kita. Sekarang kamu siapkan tema untuk dipresentasikan pada guru
dan rekan-rekan OSIS mu besok . Oke? Semangat terus Ahna!!” Pak arsyi
memberikan senyuman penuh keikhlasan sehingga lesung pada pipinya terbentuk
dengan sangat indah , dengan senyumannya itu aku jadi merasa memiliki dorongan
agar selalu merasa yakin bahwa aku bisa menjalankan tantangan dari Ahsan itu.
Dengan penuh kasih sayang sebagai guru ia mengusap kepalaku dengan lembut dan
penuh perhatian. “Iya pak terimakasih , saya yakin saya pasti bisa! Izinkan
saya untuk kekelas lagi ya pak..” Rasanya seperti sebuah tantangan besar bagiku
bisa menjadi ketua panitia dalam suatu event untuk pertama kalinya.
“Iya Silahkan .”
“Assalamualaikum.”
Pak arsyi menganggukan kepala sebari melontarkan senyumannya padaku“Waalaikumsalam”. Seperti biasa yang kulihat dan kudengar orang
yang menjawab salamku hanya pak arsyi dan bukan Ahsan, entah mungkin ia sedang
sakit telinga dan tidak mendengar salamku atau mungkin memang ia tidak mau di doakan agar selamat.
setelah aku pergi kekelas ternyata keadaannya tidak seperti yang aku duga
suasana kelas sungguh berantakan layaknya pesawat pecah sampah snack, botol
minuman ringan bermacam variasi tutup botol, kabel casan laptop bergelantungan
dimana mana, bangku chitos sudah dalam kondisi tidak teratur, tas dan buku
berhamburan , jaket-jaket tidak tersimpan pada tempatnya, rasanya ingin sekali
aku berteriak.
Mereka semua hanya asyik bermain dengan laptop dan gadgetnya
itu tidak peduli satu sama lain, sedangkan Nazmi siswi paling pintar itu justru
sedang sibuk dengan novel-novelnya tanpa ada rasa peduli sedikitpun .
Aku langsung menepuk jidat dan memandang risau keadaan
kelas“Yaa Ammpuunnn” “Woyy Ucuk Si Ratu
galak udah dateng tuh, siap posisi..” Celetuk Firman , dia memanggilku dengan
panggilan sayangnya yang sangat lengkap.
“Ah, biarin aja kali man, ini hidup kita kenapa jadi dia
yang risi.” Pria berseragam kusut dengan headset yang menempel ditelinganya itu
menambahkan pernyataan konyol sama seperti firman namanya Bagus.
“Udahlah,,, kalo lo emang peduli lo bersihin aja kelas ini
sendirian.” Vivi wanita bergincu yang berpenampilan seperti pria dan sering
dipanggil oleh guru wali itu ikut serta menambahkan pernyataan firman.
Sebenarnya aku malas
dan ogah untuk melakukan pekerjaan yang bukan seharusnya aku lakukan pada hari
ini , tapi apalah daya jika guru mata pelajaran masuk maka merekalah yang akan
kena marah dan aku kasian kalo setiap harinya mereka harus dimarahi. Kapan aku
bisa mendapatkan inspirasi untuk membuat tema event milad sekolah kalo setiap
hari dikelas kaya gini gak pernah damai dan berpelangi selalu saja bergemuruh
dan berawan gelap.
Waktu sudah semakin siang suara perut keroncongan dan bel tanda pulang
sekolah itu berbunyi secara bersamaan , Seluruh siswa/i segera bergegas untuk
meninggalkan kelas dan sekolahnya ada yang nampak sedang kesulitan memarkirkan
sepeda motornya, terlihat pula mereka yang sedang berjalan santai bertiga
menuju gerbang sekolah untuk pulang bersama, ada mereka yang mondar mandir kesana
kemari untuk memberikan pengumuman eskulnya, bola basket memantul sebab ada
yang memainkannya ya pria bernomor punggung 12 itu justru lebih senang menghabiskan setiap hari
pulang sekolahnya untuk bermain basket, Satpam yang mulai bekerja dengan penuh
ekstra untuk mengatur masuk keluarnya kendaraan , mobil-mobil jemputan yang
berwarna warni mulai memasuki area sekolahku , angkutanangkutan umum pun ikut
mengantri dan mengeteam diseberang jalan gerbang sekolahku .
Lalu? Bagaimana denganku?
Wanita yang sedang kesulitan mencari inspirasi ini hanya
bisa memeluk buku-buku paket mata pelajaran yang super tebal-tebal sambil
berjalan menuju gerbang sekolah untuk melanjutkan perjalanan hidupnya.
TIIITTTT, Tiba-tiba motor ninja berwarna merah berplat putih
hitam itu berhenti tepat didepannku . Rasanya benar-benar kaget sebab dengan
klakson yang keras ia telah berhasil menghentikan langkahku.
“Pulang sama siapa ahna?” Alwan bertanya dengan gaya so kece nya itu. “Sendiri”
“Bareng yuk!”
“Aaa, gpp aku bisa pulang
sendiri ko hehe” aku sedikit menghindar dari alwan “Yakin? Ayoo naik aja
mumpung aku lagi baik nih, aku gak bakalan minta uang ongkos ko...” Alwan
mencoba merayuku dengan candaan kuno nya yang berhasil membuatku tertawa.
“Ahahahh , ongkos juga gak akan jadi masalah buat aku wan
Cuma aku takut nanti motormu mogok lagi bukannya nyampe rumah tepat waktu tapi
malah makin sore aku pullang garagara nyervice motor kamu dulu.. haha”
“Eh, kamu masih inget aja. Udah ah lupain .. jadi gimana mau pulang
bareng lagi?” Memang benar apa yang sedang aku dan alwan bahas saat itu adalah
pernah terjadi tapi diwaktu yang lalu. Ketika alwan menawariku tumpangan sama
seperti tadi yang terjadi adalah motor alwan mogok tiba-tiba dan saat itu alwan
memang benar-benar sedang krisis uang jadi ia meminjam uangku untuk membayar
jasa service motornya itu sehingga anggap bahwa uang yang ia pinjam adalah uang
ongkos dari aku untuknya, dan akhir cerita bukan sampai kerumah tepat waktu tapi
justru aku malah pulang malam sebab service nya terlalu lama, entahlah mungkin
itu hanya modus dari alwan saja agar bisa menghabiskan waktu bersamaku saat itu
karena tujuannya dari SD adalah ia bisa memilikiku dan hidup bersama denganku .
Ya, aku dan alwan memang sahabat dari kecil tapi ia selalu meminta lebih dari
sekedar ikatan sahabat salahsatunya itu tadi ia selalu
menginginkan yang lebih dariku. Tapi itu dulu , mungkin sekarang tidak sebab
mantan alwan lebih banyak daripada aku dan itu menjadi bukti bahwa mimpi-mimpi
ahan untuk bisa memilikiku sudah tidak berlaku lagi dihatinya, haha.
Akhirnya aku menolak
dengan tegas tawaran alwan karena sebab tertentu “Maaf wan untuk sekarang tidak
dulu ya soalnya aku harus mengeprint makalah mata pelajaran penjas jadi kamu
bisa pulang duluan sekarang. Silahkan, “
“Yaa ko gitu , baiklah kal begitu aku duluan ya byee..”
Alwan telah pergi dari pandangannku tapi suara knalpot motornya masih terdengar
ditelingaku karena saking bisingnya.
“Haii, Mau nge
print tugas Penjas juga ya?” Gibral menyapaseraya berjalan disampingku . “Eh, Hai. Iya nih..”
“Yaudah sekalian aja yuk!”
“Em, Boleh..” Aku
tersenyum meringis, aku tidak menolak tawarannya sebab tujuan kita sama
“Ngomong-ngomong katanya kamu terpilih untuk menjadi ketua
panitia HARDIKNAS sekolah kita ya tahun ini?”
“Hmm? Darimana kamu tahu ?” tanyaku sembari membetulkan
kerudung yang aku pakai. “Tidak ada yang memberitahuku, hanya saja tadi aku
mendengar ocehan ahsan yang merasa tidak ikhlas jika kamu yang menjadi ketua
panitia di acara itu..”
“Emm begitu ya.” Aku menggigit bibirku sebab aku merasa
takut yang dijadikan bahan ocehan ahsan adalah 5kesalahan konyolku itu.
“Kenapa ahna , ada yang salah?”
“Aahhh, nggak ko gak ada yang salah.” Aku menggeleng dan
memaksakan senyum. Gibral menepuk pundakku dan mencoba menenangkan , Nampaknya
dia faham bahwa saat itu aku sedang merasa tidak mood mendengarkan cerita buruk
ahsan tentang diriku. “Tak apa ahna , kamu
harus yakin dan berusaha lalu buktikan pada dunia bahwa kamu bisa.
Kamu tahu pepatah ini? biarkan anjing menggonggong kafilah
tetap berlalu.. oke?”
Aku menghela nafas panjang “ Baiklah . Terimakasih Gibral”Ternyata langkah kita terlalu lebar dan cepat sehingga tak
terasa lantai keramik Tempat fotokopian dapat kami pijaki bersama. Aku dan
gibral menyimpan flashdisk berisikan softfile makalah yang akan di print dan
kami biarkan petugas toko potokopian tersebut untuk mengerjakan tugasnya Me Ngeprint
tugas kami , dengan santun dan penuh perhatian wakil ketua osis itu
memberikannku teh botol dalam kemasan kotak kepadaku.
“Silahkan minum
dulu, santai aja kali jangan tegang..”
“Eh, Terimakasih.”
Sahutku.
Gibral
memang berbeda dengan ahsan , aku selalu berharap yang menjadi ketua osis
adalah gibral yang baik hati dan ramah bukan Ahsan yang jutek malesin dan juga
arogan. Dia memang berbeda dengan pengurus OSIS yang lain , rasa peduli gibral
kepadaku lebih terasa daripada ahsan.
“Ahna, kamu masih punya banyak antek-antek
yang siap membantumu untuk mengsukseskan event HARDIKNAS, jadi janganlah merasa
takut kalo ahsan akan menggagalkan segala usahamu. Bukankah itu keputusanmu ,
maka kamu harus bisa mempertanggung jawabkannya. Mengerti?”
“Aku mengerti ,
terimkasih atas motivasinya sudah aku dapatkan beberapa motivasi dari orang
yang luarbiasa tinggal aku bisa meng aplikasikannya.”
“Masih yakin kamu
dengan keputusan besar yang mematikan itu?” Tanya ahsan sambil membuka lemari es
untuk mengambil minuman yang sama dengan minuman yang kami minum. Rasanya
seperti ada petir disiang bolong ketika pria bernama ahsan itu juga ada di
tempat fotokopian sekolah .
Entah mengapa
rasanya semangatku selalu down ketika aku mendengar kata-kata ahsan yang super
mematikan itu. “aku bukan kutu yang satu kali dibunuh bisa mati apalagi hanya
dengan kata-kata super tajam mu itu, Maaf. “ Aku berusaha melawan ahsan dengan
keadaan yang setenang mungkin.Tak berapa lama , petugas fotokopi itu memanggil kami berdua
“ De, ini makalahnya sudah jadi.” Petugas itu menyimpan makalah kami diatas rak
kaca setinggi perut orang dewasa itu. “Biarkan aku yang mengambilnya . Ahna,
mana uangmu?” Gibral mengulurkan bantuan padaku. “Ini, Terimakasih gibral.”
Sambil menikmati
teh kotaknya Pria berhidung besar itu malah asyik memandangiku dengan memasang
ekspresi yang seperti biasanya tajam nan menakutkan. “Apa yang kamu lihat?!”
Tanyaku sambil mengusap wajahku yang terasa kering “Heuh Geer banget sih loh!”
“Ahna ini makalahnya , ayo kita pulang.. “ ajak gibral padaku , akhirnya bisa
cepet-cepet pergi dari si hidung gede yang menakutkan ituu.. “Eh, Gibral
tunggu! Kamu mau kemana ?
Mau pulang sekarang? Bareng yuk!” Ahsan mengajak gibral
pulang bareng tanpa melirik bahwa disampingnya ada aku yang sudah siap pulang
bersama gibral. “Iya san, hari ini aku mau pulang naik angkutan umum dengan
ahna jadi maaf ya aku gak bisa bawa motor kamu.” Dengan penuh sopan dan kelemah
lembutan gibral menolak ajakan ahsan. Wanita mana sih yang nggak tertarik sama
gibral , ya mungkin kecuali aku sebab gibral bukanlah tipe ku. Masalah gibral
aku masih memaklumi lalu bagaimana dengan Ahsan bagi aku dia itu adalah monster
tapi kok masih banyak sih yang nge fans dan ngerebutin ketua OSIS yang keras
kepala itu? Dunia terbalik deh inimah. :v
Langit berwarna
jingga telah memisahkan kebersamaan kita saat bisa pulang bersama ke alamat
komplek yang sama pula . Setelah sampai dirumah aku langsung membuka laptop ber
merk ACER ku yang umurnya sudah 5 Tahun digenggaman tangannku dan disana aku
mulai searching referensi-referensi untuk kegiatan HARDIKNAS disekolah agar
evet nya lebih kece daripada tahun kemarin. Banyak sekali variasi dan aku rasa
masih yang itu itu aja dari tahun ketahun dan disini aku harus mencari yang
berbeda untuk event yang aku ketuai itu. Sudah habis waktu 85 menit aku mencari
referensi juga disamping itu sambil membuat proposal sementara untuk rapat OSIS
besok.
Kadang rasa penyesalan
menghantuiku , kenapa harus aku ikuti sih permainan si hidung besar itu mengapa
demikian aku menyesal ? sebab semua itu mampu menciptakan keribetan dalam
hidupku buktinya gara gara hal ini aku sampe lupa makan malam , karena lupa
akhirnya ibukuu mengantarkan waffle dan susu hilo Cokelat ke meja belajarku.
“Makannlah dulu ahna agar kamu bisa berfikir dengan cemerlang.” Ibuku memperhatikanku yang sedang asyik
menggerakan jari-jari manis nan unyu ini menekan tombol keyboard . “Sedang
mengerjakan apaan sih serius banget ahna.” Lanjut ibu. “Ini bu , aku lagi
bingung nentuin tema dan bikin konsep untuk peringatan Hari Pendidikan Nasional
disekolahku itu ... “ “Waahh itukan
acara yang lumayan besar sayang , memang kamu jadi apa sampe harus berfikir
keras habis-habisan kaya gini?” Tanya ibu sambil mengambil selembaran kertas
yang berisi coretan-coretan gak jelas seputar konsep sementara yang aku buat.
“Aku ditunjuk jadi ketua panitia oleh pembina osis bu, awalnya aku nolak tapi
akhirnya keputusan itu aku ambil dengan alasan karena aku ingin menerima
tantangan dari si hidung besar itu bu.” “Hidung besar? Siapa dia nak?” alis
mata ibu mulai bertabrakan karena merasa heran “Dia ituloh bu ..
ketua osis disekolah ahna..” Ujarku sambil mengangkat gelas
berisi susu cokelat itu lalu meminumnya dengan penuh kenikmatan “Lha, ko
dipanggilnya begitu sih ... gak baik tahuu..”
Aku langsung
mengusap bibirku yang masih basah karena air susu yang ku minum menggunakan
punggung telapak tangan kananku“Em, sebab dia tuh nyebelin banget bu , gak
pernah ngasih support ke aku malah dia bikin aku skak matt terus didepan
pembina. Ah,
Pokonya gitu deh bu..”
“ Mungkin dia suka sama kamu,“ ibu menyentuh ujung hidungku sambil tersenyum
, aku menggeram pelan sambil manyun “Suka? Iwwww Udah deh buuuu jadi gimana ibu
mau bantuin aku atau nggak nihh??”
“Udah jangan
manyun, ibu bantuin ko . Tapi hanya untuk malam ini saja..” Ibu mengambil kursi
rias dan duduk disampingku seraya menuliskan tema dikertas HVS kosong .
Sepertinya ibuku lebih Profesional akan hal ini mengapa ? sebab baginya mungkin
hal ini sudah biasa karena pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai ketua
Persatuan Perempuan Indonesia setiap ada event ibuku lah yang membuat tema
bahkan ibuku pula yang mendesainkan banner ataupun ID CARD nya . HouseWife super
multitalent deh , “Dulu juga ibu pengurus OSIS sama kaya kamu ahna” “Benarkah? Menjabat sebagai apa ibu dulu?”
Aku mencoba mewawancarai ibu sambil memperhatikan konsep yang sedang ditulis
ibu diatas kertas HVS itu.“Ibu menjabat sebagai wakil ketua OSIS” “Waww yakin niih
bu?” Aku melirikkan kedua bola mataku kearah kanan yaitu arah duduknya ibu.
“Jangan menatap ibu seperti itu ahna, apa yang ibu katakan itu benar ..”
*Sampai akhir aku
terlelap ibu menemaniku semalaman , rasanya senang sekali motivatorku bertambah
untuk maju dalam upaya men sukseskan event Peringatan HARDIKNAS di Sekolahku
itu.
Ayam
peliharaan pak Joko disamping sudah terdengar bising membangunkan majikannya
agar ia segera dikirim sarapan pagi ke kandangnya. Ayah dan ibu nampaknya masih
tidur sebab kelelahan karena pekerjaannya hari kemarin . Dan hari ini aku
bangun lebih awal, dengan segera setelah mandi aku menyalakan alat pembakar
roti kumasukan Beberapa roti kedalamnya , aku siapkan segalanya untuk ibu,
adik,ayah dan nenek khususnya untukku, Ayah masih tertidur dan aku masih bisa
mengendap endap pergi ke ruangan kerjanya untuk menge print proposal untuk
kegiatan milad Sekolahku itu dengan jumlah yang cukup banyak 15 Rekap yang mana
1 Rekapnya ada 12 Lembar. Kalo ayah tahu ia pasti akan berteriak sebab tintanya
hampir habis olehku.
Ting 1 detik lagi menuju pukul “06:00” aku sudah stand by di
meja ruang makan dalam hitungan ketigaku mereka sudah keluar dengan keadaan
sangat berantakan adik dengan rambut ikalnya yang acak-acakan keluar dari
kamarnya sambil menggisik matanya. Ibu yang masih berpakaian sama dan terlihat
semakin cantik dari hari kehari , wajah masa depanku. Ayah yang masih memakai
pakaian tidur tengah berjalan menuju wastafel untuk menyikat gigi, dan nenek
sebenarnya dialah yang bangun lebih awal dariku dan ia sudah berpakaian rapi
dengan memakain Ciput kesayangannya itu, Nenek nampak segar dan wangi sama
sepertiku itupun adalah wajah masa depanku.
“Selamat pagi kaliann.. Selamat sarapan... Nenek, ayah , Ibu,
Adik... kakak hari ini gak bisa ikut sarapan bareng, kakak bawa bekal ko jadi
mau berangkat lebih awal ya,
Assalamualaikum..” Aku menyambut pagi dengan sangat ceria
dan bahagia sebab semua konsepku telah selesai dikerjakan malam tadi.
Hari ini aku pergi kesekolah dengan memakain sepeda agar aku
bisa pergi kemana saja, sesampainya digerbang komplek kami bertemu lagi , Yap!
Aku dan gibral dengan memakain kendaraan yang sama tanpa janjian terlebih
dahulu .Gibral melambaikan tangannya dan memanggil namaku “Hai
ahna!” “Ah, Hai!!” Aku membalas lambaian tangannya.
Akhirnya kami berangkat kesekolah bersama, tak lama hanya
menempuh perjalan sekitar 23 menit saja kami sudah sampai disekolah. Dengan
keadaan sepeda yang sudah terparkir rapi kami berdua berjalan dikoridor sekolah
menuju kelas kami masing-masing.Tak lama kemudian VoiceChat berbunyi
KRRIINNGGG KRRINGGG KRRIINNGG!!!
Bel masuk dan VoiceChat terdengar
lebih bising hari ini “Teng Tong Teng
Nong... Mohon perhatian Bel tanda Masuk telah berbunyi , kepada seluruh siswa
untuk segera memasuki kelasnya masing-masing , bapak dan ibu guru akan segera
memasuki kelas . Selamat belajar dan semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
TERIMAKASIH Tong Tong Teng Nong..
Berisik sekali sepertinya hari ini pak didin menaikan
volumenya menjadi 75 Emm, hampir merusak telinga pasti setelahnya ia akan
ditegur oleh bu Rina wakasek kurikulum yang super killer itu .
Sesampainya dikelas aku melihat tumpukan proposal dengan
cover yang berwarna warni diatas meja belajarku.
“Punya siapa ini?” Tanyaku pada yuna yang tengah asyik
memainkan gadget ber merk Oppo itu “Oh itu contoh proposal dan surat2 kegiatan
HARDIKNAS, tadi ka Rini mengantarkannya dan menyuruhku untuk memberikannya
padamu.”
“Ya amppunn mimpi buruk dipagi hari.” Aku mengusap wajahku
dengan ekspresi penuh kegelisahan. Memang kegiatannya akan dilaksanakan 1
minggu lagi aku baru tersadar ketika terbangun dari mimpi malamku tadi sebab
ketika mengambil keputusan aku tidak terfokus pada waktunya sebab mungkin aku
terlalu emosi untuk mengambil tantangan dari Ahsan. Se segera mungkin aku langsung mengirim pesan
kepada gibral “Gibral temui aku dikantin
sekolah sekarang yaa..”
Tak lama beberapa detik berlalu gibral langsung membalas
pesanku “Iyaa aku OTW”
“Yuna, bilangin ke guru mapel pertama aku izin sebentar ya
..”
“Emang mau kemana si?”“Ada rapat penting banget , daaahh “ Aku sangat tergesa gesa
saat itu tapi aku tidak lupa untuk mengambil proposal2 yang dikirim oleh kak
Rini .
#Sesampainya dikantin sekolah,
Suasana seperti biasanya kantin akan kosong dan tenang
ketika bel masuk sudah berbunyi dan aku fikir inilah tempat yang tepat untuk
aku gunakan sebagai tempat diskusi
“Ada apasih na?” Tanya gibral sambil menyimpan kedua ujung
sikutnya diatas meja
“Ini ... Kamu bisa bantu aku kann??” Aku memberikan semua
proposal itu kepada gibral
“Apa ini? Proposal?”
“Itu adalah proposal dan surat kegiatan tahun kemarin dan
kak rini ngasih itu semua ke aku pagi tadi.”
“Waah bagus dong , berarti itu
tandanya kak rini peduli banget sama kamu.” “Ya, bisa jadi tapi ....
kegiatannya kan akan dilaksanakan 1 minggu lagi Ibb...” Ujarku dengan nada
memelas.
“Waktu yang singkat , tapi tak apa jika kita mengerjakannya
secara bersama sama maka waktu itu akan terkalahkan oleh perjuangan kita na,
yakinlah!”
“Yes iknew it! But solusinya gimana Ibbb..??”
“Gimana kalo sekarang kita
kumpulkan anggota sekbidmu untuk rapat, terus kita bikin surat dispen dulu aja
ke kesiswaan ,... “ Gibral berdiri dari tempat duduknya “Ide bagus , “ Ujarku
sambil merapikan kembali proposal dan surat-surat itu .
“Yaudah ayo!!” Gibral menarik tangannku .
Akhirnya kami memutuskan pergi ke ruang kesiswaan dan
memanggil anggota sekbidku agar hari ini mereka bisa diajak untuk
bekerjasama. Mentari mulai memancarkan cahayanya dengan sangat terang ,
suara kendaraan yang berlalu lalang dijalan raya terdengar lebih ramai, wangi
makanan yang sedang dimasak oleh ibu kantin masih membekas ketika aku
meninggalkan tempat duduk kami. #Setelah semua yang kami harapkan selesai
dikerjakan akhirnya aku , gibral,Tina,Malik,Jauza dan Azka bisa kumpul diruang
osis atas izin gibral tanpa adanya ahsan.Pada rapat kali ini pak arsyi tidak
bisa hadir untuk membimbing kami sebab hari ini ia harus menghadiri pertemuan
dinas.
#Setelah cukup lama membahas latar belakang kegiatan ...
“Oke teman-teman , hari ini kita akan berkerja dengan sangat
keras untuk event pertama sekbid kita . Dan ini schedule kita hari ini silahkan
dibaca..” Aku menyebarkan selembaran kertas origami warna warni yang
dibelakangnya terdapat beberapa jadwal yang akan kami laksanakan pada hari itu
.
“Waahh hari ini kita mau jadi manusia super sibukk nihh”
Ujar Jauza sambil membaca schedule yang kubagikan.
“Kapan lagi kita kaya gini , ini kan FirstlyEvvent kita
Guyss..”
“Iya yaa, jadi intinya kita harus hati-hati serta teliti gak
boleh ceroboh dalam mengerjakan tugas negara ini guys.... hehe “ Celetuk Adzka.
Aku merasa sedikit tersinggung ketika mendengar celetukan adzka,
tapi aku tidak marah mengapa demikian sebab aku yakin itu hanya gurauan adzka
saja.
“Silahkan bekerja sesuai tugasnya masing-masing jika ada
yang tidak dimengerti kalian bisa tanyakan padaku atau pada gibral yaa..”
Setelah itu malik mencolekku dengan wajah yang sangat pucat.
“Ahna, bagaimana jika aku tidak membantu kalian??”
“Memang kenapa? Kamu sakit? Wajahmu pucat sekali malikk..”
Aku menatap wajah malik dengan penuh rasa Iba.
“Malik memang baru bangun sakit sudah 1 minggu dia dirawat
di rumahsakit dan ini adalah hari ke3 nya di ada disekolah naa..” Tina teman
sekelas Malik mencoba meyakinkanku. Gibral yang tengah asyik menggerakan
jari-jarinya diatas keyboar laptopku langsung menghentikan pekerjaannya dan
mengusap pundak malik dengan penuh ketenangan.“Tak apa malik kamu tidak perlu khawatir dengan adanya kamu
disini tanpa bekerja pun itu termasuk partisipasi yang amat besar bagi kami..”
Gibral tersenyum dengan sangat manis pada malik sampai lesung pipinya
terbentuk.
“Aku bisa membantu kalian tapi mungkin aku hanya akan
menjadi bagian administrasi saja bukan bagian dekorasi , bagaimana?”
Untuk
beberapa detik tidak ada respon dari kami sebab yang bekerja dibagian
administrasi adalah jauza.
“Em, bagaimana ?” Aku melirik kearah Jauza
“Terus aku harus kebagian tugas jadi dekorator diaula nanti?
Ogah banget deh kayaknya kalo kebagian tugas jadi yang kaya gituan.” Tolak
jauza mentah-mentah
“Kamu gak boleh kaya gitu dong Zaa, kan kita pasti
ngebantuin kamu.. gak mungkin kan kamu nge dekor ruangan sendiri aja kaya
Tukang bangunan , tukang bangunan aja kerjanya dibantuin sama rekannya masa
kamu nggak,, Ayolah zaaa..” Pintaku dalam meyakinkan Jauza, sebab setauku jauza
itu adalah anak paling manja dikelasnya sebab ayahnya adalah seorang pengusaha.Dibesarkan
disebuah keluarga yang serba elit pasti akan membuat hidupnya lunak .
“Iya zaa.. betul tuhh kan ada kita..” Bujuk Tina .
Semua mata tertuju pada Jauza “Baiklah.... tapi janji yaa
kalian harus bantu akuuu.” Akhirnya Jauza mau mengalah dan belajar mengalah .
Tina dan akupun langsung memeluk Jauza sebab menghargai
kesabarannya.
#1 hari telah berlalu , Kembali kehari selanjutnya .... Yap!
Hari ke2 menggunakan sepeda yang sama ahna pergi kesekolah tapi tidak pergi
bersama gibral sebab ahna harus pergi dulu ke kantor Bank Sukamaju untuk
menyerahkan proposal bantuan dana.
Sesampainya di bank sebab ia tergesa gesa ketika berangkat
kesekolah ia lupa mengambil proposal yang tepat sebab proposal yang ia bawa
adalah proposal untuk ke Perusahaan Airminum Daerah.“Ya ampuuunn salah ngambil proposal lagiii.” Keluhku sambil
memandangi proposal yang ku pegang. Tangannya mulai merogoh saku rok sekolah
untuk mengambil smartphonenya dan mulai mengirim pesan pada gibral.
“Salah ngambil proposal nihhh gibrall..Proposal
yang sebenarnya ada dirumahku.”
“Oke akan aku ambilkan, tunggu disana sekitar 20 menitan.”
“Sip, aku tunggu.. buruan yaa...”
Jarak dari rumahku kesekolah adalah 23 menit sedangkan dari
rumah ke Bank sukmawijaya adalah 19 menit itupun jika kita bergerak dengan
cepat.
Setalah menunggu cukup lama akhirnya pria berhelm putih itu
datang juga dengan mengendarai motor yang sepertinya sudah tidak asing lagi
bagiku , Ya itu adalah motor ahsan. Dan Ya itu adalah ahsan bukan gibral!!
“(Ya ampunnn, ko si hidung besar sihh)” Gumamku dalam hati.
“Nihh proposalnya. Makannya jangan ceroboh dong ..!!”
“Ya , makasihh . eh , ngomong-ngomong ko jadi kamu si yang
bawain proposalnya bukan gibral?”
“Gibral lagi laporan dulu ke pak irsyad dan guru-guru yang lain
untuk kegiatanmu”
“Em, gitu . Sekali lagi makasih yaa” ucapku sambil tersenyum
nyengir padanya.
“Ya. Mau aku anter ke dalemnya?” Gibral menawarkan diri
dengan tak biasanya padaku tapi dengan memasang wajah yang dingin.
“Aahh , tidak usahh nanti kamu ketinggalan pelajaran.”
“Gapapa kalii lagian juga gue gak mau masuk kelas jam
pelajaran pertama soalnya gurunya nge bosenin.” Ujar ketua osis yang gue anggap
so kece itu.
“(Ya ampun
ko ketua osis bisa berfikiran sependek itu sih? Ketua osis macam apa kaya gini
gak berkualitas banget)” Gumamku dalam hati.“Kenapa kamu melamun ? pasti lagi mikirin yang enggak enggak
ya soal aku?!”
“Em nggak ko GR banget si kamu!”
“Lha terus?”
“Kalo kamu mau nganter yauda anter aja gak usah banyak
ngomong! Ayo!!”
Kami pun pergi kedalam bank sukmawijaya dan bertemu langsung
dengan direktur bank nya, dan alhamdulillah dengan izin tuhan tak perlu
menunggu satu minggu untuk pencairan saat itu juga kami telah mendapatkan uang
dana tambahan yang cukup untuk membeli konsumsi peserta dan tamu undangan. #Melangkah pada hari ke 3
Keesokan harinya sebelum waktu menunjukan pukul 06:00 Gibral
sudah ada didepan rumahku untuk menjemputku sesuai dengan janjinya hari ini
kita akan pergi ke tempat cetak banner untuk mencetak banner. Sudah H-4 Kami
masih belum menerima uang sepeserpun dari pihak sekolah . Entah mungkin diakhir
nanti tapi uang yang kemarin kami ajukan pada perusahaan-perusahaan sudah cair
berupa tunai ditangan kami dengan jumlah Rp.850.000 Seluruhnya . Ka Rini sebagai
Ketua MPK dia juga masih belum memberikan bantuan apapun pada kami.
Setelah kami pulang dari percetakan banner untuk memberikan
design file yang akan dicetak kami melanjutkan menyebarkan surat pada masing-masing
ketua Ekskul agar mereka berkenan untuk menampilkan kemampuan seni nya pada
saat pembukaan acara nanti .
Tepat pukul 14:00 akhirnya kami dapat dengan tenang
beristirahat .
Aku, Tina, Gibral, Jauza dan Adzka berkumpul kembali diruang
osis untuk mengevaluasi kerjakeras 2 hari kebelakang .
“Jadi gimana kawan-kawan apakah
ada kendala selama 2 hari ini kita berjuang?” “Untuk sekarang mungkin tidak ada
na,,,” Jawab Jauza dengan yakin.
“Yakiinn??” Tanya gibral sambil mengangkat alis kananya yang
tebal itu.
“Ya seperti yang kita lihat sampai sekarang masih belum ada
kendala apapun ..” Tembak adzka.“Em, alhamdulillah bagus dong
kalo kaya gitu . Eh,, Malik kemana?” “Dia masih ada di UKS tadi penyakitnya
kambuh lagii” ujar tina.
“Ya ampuunn , ayo kita kesana kawan-kawan..” Ajakku pada
mereka
Dan untuk kali ini mereka mengikuti intruksiku dalam hal
mengajak, dengan segera kami pun menuju UKS untuk melihat keadaan malik. #Sesampainya di UKS...
“Hai malik... Gimana keadaanmu”
“Aku sudah baikan ko ahna.” Jawabnya dengan senyum yang
dilontarkan dari bibir pucatnya.
“Syukurlah, perbanyak istirahat,.. jangan khawatirkan kami
masalah administrasi biar kami yang mengatur”
“Iya terimakasih sebelumnya ahna..”
“Sip GWS yaa..”
“Cepeet sembuh lhoo yaa..” Pesan Jauza
Dilanjut dengan pesan dari Tina“Jaga kesehatan yoo”
dan diteruskan oleh Adzka“Jangan kecewakan orangtuamu karena
sakitnya kamu.”
“Tetap semangat ya likk.” Pesan
dari Gibral.. “Okee semuanya makasih banyak”
Disanalah kami merasa kami adalah tim yang kompak, sekitar
pukul 15:46 aku baru pulang dan sampai kerumah . Betapa lelahnya aku hari itu ,
dan dengan segera aku langsung mandi tanpa makan lalu membaringkan badanku
diatas ranjang ber sprei biru muda itu . Sepertinya spreinnya baru diganti oleh
ibu.
Aku baru ingat dengan kejadian tadi saat gibral berubah
menjadi baik padaku akupun langsung mengirim pesat pada gibral “Ada yang mau aku tanyakan”
“Silahkan”“Kenapa ya ko gibral tadi jadi baik ke aku pake nganterin proposalku
yang ketinggalan segala”
“Oh itu .. sebab aku yang menyuruhnya dan sudah ku berikan nasihat
tentang sifat buruknya dan iapun menyadarinya sendiri.”
“Oh gitu ya, yaudah makasih atas jawabannya selamat istirahat!”
“oke sama2 selamat istirahat kembali..” #NextDay , hari Ke 4 ....
Seperti biasanya ayam pak joko mulai berkokok , dan sebelum
jam 06:00 aku harus sudah bangun untuk menyiapkan sarapan buat mereka agar aku
dapat berangkat kesekolah lebih awal Berkat kecorobohanku akhirnya bekal
sarapanku tertinggal dikamar seperti proposal yang tertinggal diwaktu yang
lalu. Ini adalah hari kami untuk pergi mengantarkan proposal sponsorship ke
PT.WINGS , SHOPIE MARTIN dan menyebarkan surat undangan kepada orang-orang
penting didaerah kami.
Sudah 4 hari aku dan teman-teman bolos sekolah dispen terus
tapi itu semua telah ada izin dari pembina OSIS kami. Sekolah kami adalah
sekolah Negeri favorit dengan hal itulah dengan mudah kami bisa mendapatkan
sponsorship dari perusahaan perusahaan.
Seperti biasa setelah mondar mandir mencari sponsor kami pun
memutuskan istirahat sejenak disebuah masjid untuk melaksanakan shalat ashar
tak lama kemudian handphone gibral berbunyi , aku bisa menebak itu handphone
gibral sebab dengan nada dering yang khas.
“Ahna, coba kamu jawab ini pak Arsyi... “ gibral menyerahkan
telepon genggamnya padaku. “Hallo
assalamualaikum pak, “
“Bagaimana untuk hasil hari ini na,?”
“Alhamdulillah pak dari sekian perusahaan hanya 2 yang menolak
kedatangan dan tawaran dari kami.”
“Syukurlah, tetap semangat untuk semuanya dan jangan lupa shalat ashar
yaa...” “Iya pak terimakasih.”
“Aassalamualaikum”-“Waalaikumsalam”
Hari selanjutnya dengan cuaca yang berbeda. Ya, hari ini HUJAN sangat
lebat. Ini adalah H2 kami dari H-1 Tapi cuaca sangat-sangat tidak mendukung
kami . Akupun memutuskan diantarkan oleh ayah untuk pergi kesekolah dan ini
adalah hari kami harus mendekorasi Gedung dan berlatih untuk pembukaan
acara.Rasanya Deadline yang benar-benar deadline. Sesampainya di sekolah aku harusmemimpin briving kelompok ekskul yang akan menampilkan seni
kreasinya di acara pembukaan nanti walaupun ahsan masih belum ada disana untuk
membantuku tapi tak apa ini kan tantangan yang ku ambil darinya, jadi tak perlu
ada campur tangan dengan dia cukup satu kali saja dia membantuku.
Aku, Tina , dan
Jauza membuat hiasan se kreatif mungkin untuk ditempel pada dindingdinding
panggung disamping dan bawah atas banner . Sedangkan Gibral tengah asyik
memasang banner-banner Horizontal di tembok gedung samping kanan dan kiri.
Pengurus osis yang lain kemana? Mereka sibuk dengan
kursi-kursi yang mereka rapikan ada yang membungkus meja tamu dengan selembar
kain yang sudah dijahit dengan sangat indah , ada yang sedang asyik mendekorasi
panggung menggunakan kain-kain yang sudah disiapkan oleh pak arsyi dsb.
Termasuk mereka yang akan menampilkan sesuatu pun ikut berlatih secara
eksklusif di gedung.
Rasanya bahagia sekali sampai saat ini masih belum ada
kendala yang amat berat dari usahaku apalagi karena kecorobohanku. Hanya saja
....
“Ahnaa,, MC nya gak bisa hadir
hari ini gimana dong katanya dia kecelakaan di jalan Bhayangkara dan kakinya
patah..” Lapor Johan padaku anggota dari sekbid KTYME . “Ka andre? Kecelakaan?
Ya ampuuunn bagaimana ini. Siapa yang harus menggantikan ka andre?” “Kenapa
ahna?”
“ MC nya kecelakaann sedangkan persiapan acara kita hanya
tinggal 1 hari lagi waktu latihannya singkat kalopun harus digantii.. ka andre
itu dari kemarin dia udah latihan sama aku ibb terus sekarang gimana ??!!” Aku
merasa panik, sangat panik...
“Tenaannggg, tenang dulu ahnaa...” Gibral berusaha
menenangkanku seluruh yang ada di Gedung memandang kearah ku .
“Untuk apa ada aku , aku bisa ko jadi MC” Seseorang di
belakangku menawarkan diri untuk menjadi MC.
Ternyata itu adalah Ahsan , ketua osis yang juga memiliki
kemampuan untuk menjadi MC yang cukup baik.
“Ahsan??”
“Ya, ini aku. Gimana setuju gak?”“Kalo kamu tidak keberatan silahkan...” Jawabku sambil
mengusap airmata yang sedikit keluar dari mataku sebab berkaca kaca karena
terharu.
“Oke semuanya selamat berlatih dan semangat untuk H-2 nya!!”
Ahsan memberikan semangat kepada seluruh orang yang ada digedung dengan nada
suara amat bersemangat.
Ternyata ia tidak seburuk yang aku kira, dia ada disaat aku sedang
merasa kesulitan. #Senja telah tiba
tanda bahwa aku harus segera pulang dan beristirahat. Rasanya seperti bermimpi
1hari persiapan terakhir besok dan Lusa adalah acaranya , rasanya aku tak akan
bisa tidur nyenyak malam ini. Waktu berjalan begitu cepat Pagi seperti biasanya
pun mulai tiba tapi pagi ini berbeda dengan pagi-pagi yang lalu pagi ini adalah
pagi yang mendebarkan bagi diriku entah bagi mereka seperti biasa aku akan
melanjutkan aktivitasku disekolah , Kami latihan seperti biasa , Berjalan
dengan sangat cepat pada saat kami selesai Gladi bersih dan briving Pembina
osis yaitu pak Arsyi memanggilku .
“Ahna bagaimana persiapan untuk besok sampai saat ini?”
Tanya pak arsyi sambil menutup laptop ber merk ASUS nya itu.
“Alhamdulillah pak sudah 90% berkat usaha dan kerjakeras
tinggal menunggu hari pelaksanaannya mungkin. Dan aku akan melihat hasil dari
usaha kami dihari itu.”
“Baguslah, tetap semangat untuk kalian semoga acara besok
berjalan dengan sangat lancar ..”
“Iya pak terimakasihh...”
Semua
yang terjadi saat ini itu adalah keputusanku dimasa yang lalu. Aku
selalu mengingat kata-kata itu setiap aku merenungkan segala tugasku saat
itu.
Besok adalah hari H nya dimana aku sebagai panitia harus
benar-benar mampu menerima kenyataan yang ada baik itu manis maupun pahit sebab
ini adalah pengalaman pertamaku dan harapanku pengalaman pertama ini berbuah
manis agar menjadi motivasi dihari selanjutnya. Ayam pak joko tak lagi berkokok sendiri
hari ini ada seekor ayam milik bu Arni yang masih baru dibeli di pasar kemarin.
Ayam itu dengan setianya menemani ayam pak joko berkokok pagi ini.Ibu pun bangun lebih awal dan ia lah yang menyiapkan sarapan
untuk keluargaku bukannlah aku . Gibral ikut sarapan bersama keluarga kami
sebab ia harus menjemputku pagi ini. Bagiku ini adalah awal pagi yang sangat
indah , aku harap bukan hanya awalnya saja yang indah tapi setelah kegiatan
berlangsung pun akan tetap indah .
#Detik-detik menjelang pembukaan Kegiatan..
Semua rasa bercampur aduk menjadi satu hari ini , Tamu
undangan telah datang termasuk Perwakilan menteri pendidikan indonesia pun
hadir dan pak arsyi beserta guru yang sudah ditunjuk menyambut kedatangan
beliau. Seluruh siswa/siswi dengan kondusifnya telah duduk dibangku yang telah
kami siapkan dengan rapi termasuk guru beserta staf TU , Ahsan yang menjadi MC
hari ini nampak semangat sekali dan penampilannya sangat rapi dan menarik. Tim
Tari, Marching band, dan yang lainnya yang akan menampilkan kreasi seni
terlihat sedang bersiap siap ada yang sedang merapikan kostumnya, berlatih
mengingat gerakan yang telah diajarkan dan lain sebagainya.
Aku, gibral , Tania, Adzka,Jauza dan Malik tengah berkumpul
bersama dibelakang panggung dan berdo’a agar pembukaannya berhasil lancar .
“Apa yang terjadi hari ini adalah keputusanku dimasa yang
lalu, aku harus siap menerima keadaan yang ada setelah ini .” Ucapku seraya
membaca kertas sambutan ketua panitia pelaksana kegiatan.
“Kamu benar ahna, bukti nyata .. dari hari awal sampai akhir
tidak banyak kamu melakukan kecerobohan dan inilah salahsatu progress dari
sifat buruk mu yang duluu itu .” Ucap adzka sambil memegang pundakku.
Tepat pada pukul 08:00 acara akan segera dimulai, 5 Menit
lagi...
“Ahna, maafkan aku sebelumnya yang telah memberikanmu
tantangan besar ternyata dugaanku salah. Kamu tidak seceroboh yang aku kira.
Pada akhirnya akupun mulai mengenal dan mengetahui progress dari sikapmu itu.”“Sudahlah , tidak apa-apa san... lagi pula ini adalah
pelajaran yang amat besar bagiku . Bahwa sesungguhnya dalam mengambil suatu
keputusan dalam berbuat sesuatu kita harus berani untuk mempertanggung
jawabkannya. Bukankah begitu?” Aku tersenyum ramah pada ahsan tanda untuk
menyelesaikan permusuhan kita.
“Iya ahna terimakasih, acara
akan segera dimulai ... doakan aku semoga berhasil!!” Ahsan langsung pergi
menuju panggung acara untuk memandu acara hari pendidikan nasional hari ini.
Sampai pada sambutanku berakhir , ahsan mulai memanggil
perwakilan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia itu untuk
membuka acara kegiatan hari ini.
Dan alhamdulillah acara telah resmi dibuka acara demi
acarapun mulai kami laksanakan. Seperti perlombaan , penampilan kreasi siswa,
nonton film karya anak cinematoghraphy bersama, bahkan kami juga menampilkan
grup Band KangGuru untuk menampilkan performancenya di atas panggung. Luarbiasa
sekali acaranya lebih mewah daripada tahun lalu.. Kami pun diberikan tanggapan
yang bagus oleh perwakilan menteri pendidikan itu dengan pernyataan yang
luarbiasa bahwa kegiatan tahun ini lebih meriah iapun memberikan 2 jempol untuk
sekolah kami dan memberikan penghargaan berupa piagam penghargaan khusus dari
dinas pendidikan dan kebudayaan republik indonesia untuk sekolah kami . Sebab
dari sekian banyak sekolah didaerah kami hanya beberapa sekolah saja yang
mengadakan peringatan hari pendidikan nasional tahun ini. Betapa bahagianya aku
sebagai ketua panitia. Ahsan ketua osis yang aku anggap paling sombong pun
akhirnya dengan ikhlas memberikan tanggapan super padaku, sungguh hal yang tak
biasanya termasuk pujian demi pujian terlontar dimulut mereka yang selalu
menentang keinginanku seperti Vivi,Firman,Nazmi dan Bagus pula mereka
memberikan apresiasi penuh padaku.
Setelah kegiatan aku sangat berucap banyak terimakasih pada
seluruh pihak yang telah mau membantuku khususnya panitia inti dan Gibral! Acara telah selesai, Evaluasi kegiatan telah dilaksanakan
dan pembersihan aula telah Clear kami bereskan. Ini saatnya aku pulang dan
berbagi cerita kebahagiaan bersama ibu . Gibral mengajaku untuk pulang bersama
sebagai suatu penghargaan aku mengajaknya untuk makan malam bersama keluargaku
dirumah.
“Mau ikut makan malam bareng keluarga aku?”
“Em, boleh tapi aku harus minta izin dulu pada ibu.”
“Baiklah nanti pulang sekolah kita kerumahmu dulu.”
“Oiya terimakasih ya ibb atas dukungan,dorongan dan
kerjasamanya.. kalo gak ada kamu mungkin aku sudah----“ Tiba-tiba pak irsyad
ada didepan gerbang saat kami berjalan pulang menuju ke rumah.
“Eh, Ahna.. gimana tantangannya sudah dilaksanakan dengan
sempurna kan? Bapak beri penghargaan untukmu yang katanya saat bekerja tidak
terlalu banyak melakukan kecerobohan, berarti sudah ada progress dong dengan
sifat ceroboh mu yang super itu..” “Heheh , iya pak alhamdulillah.. terimakasih
juga untuk bapak yang sudah mau meyakinkan saya.”
“Okeee sama-sama . Memang seharusnya guru itu memberikan
motivasi pada muridnya ahna... sekarang kalian mau kemana, mau pulang?”
“Iya pak.”
“Yasudah kalo begitu silahkan pulang dan hati-hati dijalan
ya...”
“Terimakasih pak , wassalamualaikum..”
Aku dan Gibral pun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan
sepeda motor untuk pulang. Sampai sebelum hari ini berakhir kami menceritakan
kebahagian itu bersama keluarga dalam acara makan malam setelahnya.
Hari yang berbahagia. Apa yang terjadi saat ini adalah keputusan kita
dimasa yang lalu, betapa indah dan penuh warna warninya hidup ini . Menanggung
tanggung jawab menjadi seorang ketua itu tidak mudah. Dalam memutuskan sesuatu
maupun berbuat sesuatu apapunitu kita
harus berani mempertanggung jawabkan segalanya. Selama kita hidup tanggung
jawab akan terus ada. Walaupun orang yang sangat ceroboh tapi kan tidak selalu
aku ceroboh dalam melaksanakan segala suatu hal , malah ketika aku diberikan
amanat oleh pembina osis itu aku mampu mengerjakannya dengan hasil yang sangat
menghebohkan . Itu merupakan salahsatu bukti bahwa yang dibalik aku berhasil
menjadi orang yang membuat ke hebohan dibalik kecerobohan .
BIODATA PENULIS
Nama : Anisya Gustiani
Asal Sekolah : SMK DOA BANGSA PALABUHANRATU
No.Hp : 085794640789
Email Aktif : gustianianisya@gmail.com
Alamat : Kp.Nyalindung Rt.05/Rw.05 No.20 Palabuhanratu
Sukabumi Jawabarat